Sabtu, 26 Oktober 2013

Jangan Sepelekan Sakit Batuk yang Anda Alami!





Kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini berakibat munculnya berbagai macam penyakit. Salah satu jenis penyakit umum adalah batuk. Namun banyak orang yang kurang peduli dan menyepelekan bila terserang batuk. Padahal bila berlarut-larut, batuk ini berakibat fatal bagi kesehatan kita.
Menurut siaran pers RS Evasari di Jakarta, batuk bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, saat pertahanan tubuh sedang melemah. Batuk terjadi saat hembusan udara yang kuat mendorong lender, bakteri, dan sumber iritasi lainnya pada saluran napas.
“Jadi batuk adalah bentuk refleks untuk mengeluarkan sesuatu yang menghambat saluran napas kita. Justru akan berbahaya bila benda-benda yang menghambat jalur napas tersebut tidak dapat dikeluarkan melalui batuk”, jelas Dr. Tubagus Ferdi Fadilah Sp. A, M. Kes, dari RSIA Evasari, Jakarta.
Menurut dr. Ferdi, batuk merupakan mekanisme refleks fisiologis yang membantu membersihkan saluran nafas dari lendir, iritan, benda asing dan mikroba. Dengan demikian, katanya, bila terjadi batuk kita berusaha mencari kausanya (penyebabnya), sebab jenis-jenis batuk terdiri dari batuk kering, batuk berdahak, dan batuk alergi.

“Untuk awam, dapat mengenali batuk dari suaranya, apakah itu batuk berdahak atau kering,” ujar dr. Ferdi. Untuk jenis batuk berdahak, biasanya terdengar basah karena adanya lendir pada saluran pernafasan.
Hal ini dapat terjadi karena adanya infeksi maupun alergi sehingga saluran nafas menjadi sembab dan produktivitas lendirnya banyak. Jenis batuk kering adalah tenggorokan terasa gatal, perih dan kering. Batuk kering ini biasa disebabkan karena debu, iritasi dan pada beberapa jenis infeksi viris seringkali ‘barking’ alias batuk mengonggong.
Sedangkan batuk alergi biasanya terjadi karena adanya reaksi sensitif peradangan. Di antara kita mengenali batuk alergi adalah seringkali bersin, saluran nafas gatal dan hidung tersumbat.
Dijelaskan, penularan batuk terjadi melalui kontak dengan sumber penularan ataupun udara. Misalnya bisa berupa adanya kontak langsung dengan cairan tubuh atau lendir seorang yang terkena flu dan bila daya tahan tubuh yang kurang baik memudahkan virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh.
“Batuk karena virus merupakan jenis batuk yang umum diderita, di antaranya disebabkan karena respiratory syncsitial virus. Beberapa bakteria juga bertanggungjawab terhadap terjadinya radang paru atau pneumonia, di antaranya seperti Pneumokokus. Sedangkan batuk karena alergi contohnya adalah asma yang disertai dengan sesak nafas,” paparnya.
Jadi batuk terjadi bisa dari virus atau bakteria, maupun adanya iritan dan alergen serta adanya kontak udara.
Dr. Ferdi berpesan agar kita mengenali jenis-jenis batuk yang dialami. Pasien pengidap batuk hendaknya tidak sembarang memberi obat dari apotik.
Menurutnya, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter untuk mengetahui jenis batuk dan penanganannya. Jenis obat batuk pun ada dua, yaitu ekspektoran (pengencer dahak) dan antitusif (penekan batuk). Sebenarnya selain pemberian obat batuk umum, dapat pula dilakukan inhalasi (penguapan).
“Pada dasarnya, ketiga jenis batuk itu bisa dilakukan penguapan atau inhalasi hanya saja yang membedakannya adalah obat yang diberikan pada inhalasi tersebut,” tambahnya.
Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap penyakit batuk untuk tidak menyepelekannya. Sebab dari batuk ini kita juga dapat mengenali berbagai penyakit yang ada dalam tubuh kita. Hidup sehat dan hidup bersih tetap menjadi kunci utama mencegah penularan berbagai macam penyakit.


Sumber: kutipan wawancara dr. Ferdi, tim member Dokter Dokita dengan majalah Gatra

Tidak ada komentar: